Posted by: dora_emon | December 18, 2008

Kesaksian pengguna produk organik NASA di berbagai daerah

Zukran (Petani Padi “Tadah Hujan”)
Desa Rapak Lambor, Kec. Tenggarong,
Kab. Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur


Saya menanam padi dengan luas lahan 2 Ha. Jenis padi yang saya tanam varietas IR 64, saat ini umur tanaman mencapai 44 hari. Dalam budidaya padi ini saya menggunakan produk pertanian NASA seperti; POC NASA, Super NASA, PESTONA, Hormonik dan AERO 810. Selain itu saya juga menggunakan pupuk makro (kimia) pada saat pengolahan tanah ; Urea 75 Kg/Ha, SP 36 sebanyak 50 Kg/Ha, KCl sebanyak 75 Kg/Ha, dan Kapur Dolomit sebanyak 250 Kg/Ha. Untuk pemupukan susulan I (umur 20 hari) saya berikan Urea sebanyak 50 Kg/Ha, dan susulan II (umur 35 hari) Urea juga sebanyak 50 Kg/Ha. Penggunaan Super NASA saya sebagai pupuk dasar dengan 5 botol ( 2,5 Kg) /Ha. Caranya adalah Super NASA dicampur Urea, SP 36 dan KCl (dosis seperti diatas) tanpa menggunakan air, lalu ditaburkan pada saat 1 hari sebelum tanam. Selain itu, produk NASA yang lain digunakan dengan cara disemprotkan, dilakukan pada Penyemprotan ke-1 (masa pemeliharaan umur 15 hari setelah tanam) ; 3 tutup POC NASA + 2 tutup PESTONA dalam 1 tangki 15 liter air. Penyemprotan ke-2, pada umur 30 hari setelah tanam dengan 4 tutup POC NASA+ 2 tutup Hormonik + 4 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO 810 dalam tangki air 15 liter. Penyemprotan ke-3, saya lakukan pada umur 45 hari setelah tanam yakni 6 tutup POC NASA + 2 tutup Hormonik, +6 tutup PESTONA + 0,5 tutup AERO dalam tangki 15 liter air.

Setelah menggunakan produk NASA tanaman padi tumbuh lebih bagus. Jumlah anakan semakin banyak, sebelum menggunakan produk NASA anakan padi maksimal jumlahnya 30 anakan, setelah menggunakan produk NASA mencapai 55 – 75 anakan. Sangat LUAR BIASA …….!!!!.

Selain itu pula daun padi lebih hijau, segar dan lebih lebar, berbeda dengan dahulu sebelum menggunakan produk NASA dimana pada saat itu daunnya hijau kekuningan. Tanaman padi yang telah menggunakan produk NASA ini, pertumbuhan lebih cepat, tanah dilahan sawah juga lebih gembur. Sebagai gambaran, bahwa kondisi tanah di kawasan Tenggarong ini memiliki tanah yang ber PH rendah (dibawah 5), ditandai dengan tanah yang berwarna kuning kecoklatan seperti berkarat, jadi kurang subur. Perbandingan tanaman padi dari segi pertumbuhan dengan yang tidak menggunakan produk NASA (seperti lahan sebelah) jauh sekali, dimana lahan sebelah tanaman kurus, banyak malai artinya ada indikasi tanaman stress, tanah tidak subur dan jumlah anakan lebih sedikit (19 – 30 anakan). Dari segi serangan hama penyakit, setelah menggunakan PESTONA, serangan hama sundep dan penyakit tanaman jauh berkurang. Tambahan biaya menggunakan produk NASA untuk luas 1 Ha sebesar Rp. 1.258.000,-

Berkaitan hasil panen, sebelum menggunakan produk NASA produksi rata-rata 5 ton/Ha (anakan 19 – 30). Setelah menggunakan produk NASA, jika rata-rata 60 anakan saja maka produksi diperkirakan mencapai 8-10 tan/Ha. Maka dapat diprediksikan hasil panen minimal 1 Ha ; ada peningkatan hasil minimal 3 ton. Tambahan pendapatan minimal = 3 ton x Rp. 2000 (harga 1 Kg gabah) = Rp. 6.000.000,-. Maka ada tambahan keuntungan minimal = Rp. 6.000.000 Rp. 1.258.000 = Rp. 4.742.000,-. Tambahan keuntungan itu adalah tambahan keuntungan minimal (panen 8 ton), keuntungan masih akan meningkat diprediksikan panen bisa mencapai 10 ton.

Sungguh senang, setelah saya menggunakan produk NASA, karena pertumbuhan tanaman padi menjadi luar biasa bagus, hasilnya pun pasti meningkat berlipat.

Asep (Petani Kakao)
Kampung Kertasari, Desa Sinar Baru
Kec. Sukoharjo, Kab. Tanggamus, Lampung

Kenal pertama kali produk pertanian NASA dari tetangga saya. Luas lahan tanaman kakao milik saya 0,25 Ha lebih. Umur tanaman kakao 7 tahun. Produk yang saya gunakan adalah Power Nutrition, SUPERNASA, HORMONIK, PESTONA dan AERO 810. Cara penggunaan produk yakni : 2 botol SuperNASA + 1 botol Power Nutrition dicampurkan kedalam 400 liter air. Ambil 1 liter larutan tersebut untuk setiap 1 pohon, dan semuanya bias digunakan untuk 400 pohon.

Untuk pengendalian hama yang saya gunakan adalah 30 cc PESTONA + 10 cc HORMONIK + 30 cc AERO 810 dilarutkan dalam 15 liter air (1 tangki). Dengan perlakuan tersebut hama-hama yang biasa menyerang tanaman kakao bisa ditekan dan dikendalikan.

Sebenarnya produk-produk NASA dan pupuk makro kimia (NPK) sudah saya gunakan sejak 2 tahun lalu, namun setelah menginjak 1 tahun, saya sudah tidak lagi menggunakan pupuk makro kimia (Urea, TSP, Kcl atau NPK). Namun begitu aturan pakai standar perusahaan dari perusahaan menyarankan semestinya masih harus menggunakan pupuk makro walau harus dikurangi.

Banyak manfaat setelah saya menggunakan produk pertanian NASA sebagai contoh saja interval panen kakao sebelum menggunakan produk NASA setahun hanya 5 kali panen sudah habis. Setelah menggunakan produk NASA hampir tiap minggu sepanjang tahun panen terus menerus tanpa henti. (Bahkan setiap 3 hari sekali panen 25 Kg keriang siap jual).

Selain itu kelebihan/keuntungan produk NASA diantaranya : 1) Buah kakao tidak pernah berhenti berbuah seperti tidak kenal musim, sepanjang tahun terus menerus. 2) Helopeltis (hama penyakit tanaman kakao) bisa ditekan/dikendalikan dengan menggunakan PESTONA hingga mencapai 60% (Serangan hama penyakit berbahaya sudah tidak dapat dikendalikan lagi dengan pestisida kimia, selain itu juga tanaman menjadi tidak sehat). 3) Untuk serangan penggerek batang kakao juga bisa dikendalikan dengan menggunakan PESTONA + HORMONIK + AERO 810. 4) Setelah menggunakan Poer
Nutrition dan SUPERNASA, panen kakao dapat terus menerus tidak mengenal musim. Kesimpulan akhir saya, bahwa saya merasa bangga setelah menggunakan produk-produk NASA karena tanaman kakao yang terkena hama dan penyakit sehat kembali dan hasil lebih melimpah. Terima Kasih NASA …!!!!

Mulhenry Maruhun
Jorong Pasir Lawe, Kanagarian Pasir Lawe,
Kec. Palopo, Kab. Agam, Sumatera Barat


Luas lahan yang saya tanami cabai jenis lokal adalah 1000 m2 (0,1 Ha). Sampai saat ini umur tanaman 4,5 bulan (135 hari). Pupuk yang saya gunakan SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, GLIO, Pentana dan PESTONA. Pada saat pengolahan tanah, sebelum dibuat bedengan tanah diberi dolomit. Kemudian diberi pupuk makro (ZA, KCl, TSP) kurang lebih 25 Kg. Mengenai pemberian SUPERNASA yaitu : 3 sdm dicampur dengan air 15 liter, siramkan ke bedengan lalu di tutup dengan plastik mulsa. Baru kemudian ditanam. GLIO digunakan dengan cara dilarutkan bersama SUPERNASA dan disiramkan ke bedengan.

Setelah ditanam, saya menggunakan 40 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK dalam 1 tangki air 15 liter, semprotkan 1 minggu sekali. Untuk pemupukan setelah tanam, selain produk pertanian NASA, saya juga menggunakan pupuk kimia, NPK 2 Kg + 40 cc POC NASA diaduk dan dicampur air sebanyak 1 ember (+ 10 liter) ambil 1 gelas larutan untuk tiap tanaman.

Guna mengatasi serangan penyakit layu tanaman saya menggunakan GLIO, caranya ; 1 sdm GLIO dicampur 15 liter air, kemudian dikocorkan ke tanaman. Untuk mengatasi serangan hama kutu saya menggunakan Pentana dan PESTONA. Pentana saya gunakan dengan 3 tutup + air 1 tangki (15 liter) disemprotkan setiap 5 hari sekali. Sedangkan PESTONA saya gunakan dengan dosis 40 cc + air 15 liter (1 tangki) disemprotkan seminggu sekali.

Sampai dengan saat ini saya telah menggunakan produk NASA antara lain : POC NASA 2 botol, HORMONIK 2 botol, SUPERNASA 2 botol, GLIO 1 pack, Pentana 1 botol dan PESTONA 1 botol. Keuntungan
setelah menggunakan produk NASA diantaranya : 1) Pengolahan tanah mudah, 2) Tanah menjadi subur, 3) Pertumbuhan tanaman lebih cepat, 4) Buah dapat dipanen hingga ujung tanaman.

Keuntungan lainnya adalah dari tinggi tanaman. Tinggi tanaman cabai sebelum menggunakan produk NASA hanya 100 cm (1 meter), tetapi setelah saya menggunakan produk NASA tingginya rata-rata 175 cm bahkan ada yang tingginya mencapai 196 cm (hampir 2 meter). Setelah menggunakan produk NASA warna hijau daun lebih tahan lama dan bukan itu saja penggunaan pupuk makro (kimia) lebih sedikit (Biaya dapat ditekan).

Untuk lahan seluas 0,1 Ha ini saya sudah panen sebanyak 5 kali dan akan masih terus panen. Perincian hasil 5 kali panen yaitu : Panen 1 = 1 Kg, Panen 2 = 3 Kg, Panen 3 = 15 Kg, Panen 4 = 30 Kg dan Panen 5 = 50 Kg. Hasil produksi yang menggunakan produk NASA lebih tinggi dibandingkan yang tidak menggunakan produk NASA. Dari segi ekonomi setelah menggunakan produk NASA lebih menguntungkan karena dapat menekan biaya pengeluaran hingga mencapai 50%. Pesan saya kepada petani di Indonesia agar menggunakan produk-produk NASA, karena sudah terbukti hasilnya bagus dan menguntungkan.

Daelami
Desa Wonoanti Kec. Gandosari,
Kab. Trenggalek – Jawa Timur


Penggunakan POC NASA saya lakukan pada tanaman timun dan jagung saat kedua tanaman sudah menginjak umur 25 hari. Pertumbuhan kedua tanaman yang tadinya kurang bagus kini menjadi bagus dan sehat. Pertumbuhan tanaman lebih cepat dari biasanya. Dahulu bunga dan buah kurang merata, tetapi setelah menggunakan POC NASA dan HORMONIK menjadi merata dan banyak lagi. Perlakuan produk yakni dengan takaran dosis 30 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK dilarutkan dalam 14 liter air ( 1 tangki), saya semprotkan pada tanaman seminggu sekali. Hasilnya sangat membanggakan. Secara keseluruhan tingkat keberhasilan pertumbuhan tanaman semakin nyata dan saya makin yakin dengan produk dari PT. NASA.

Tono
Desa Citeko, Kec. Cisarua, Kab. Bogor – Jawa Barat


Kebun yang saya tanami tomat ini merupakan kebun yang menggunakan murni pupuk dan obat-batan organik. Dahulu kebun ini selalu menggunakan pupuk kandang, namun dengan adanya produk pertanian NASA, saya mencoba menggunakannya (ujicoba) untuk diaplikasikan pada tanaman tomat dengan jenis Artaloka. Produk yang saya gunakan sementara ini yakni POC NASA dan Hormonik. Selama umur 1 bulan 1 minggu ini, tanaman tomat saya amati pertumbuhannya. Ternyata banyak kemajuan dalam ujicoba ini seperti semakin baiknya fisik tanaman, batangnya makin besar, pembungaan cepat dan banyak, daun lebih hijau dan segar.

Aplikasi produk pada tanaman yaitu 2 minggu setelah tanam dengan perlakuan dosis 30 cc POC NASA/20 liter air disemprotkan. Setelah berumur 3 minggu ditambahkan dengan Hormonik sebanyak 10 cc. Jadi sesudah umur 3 minggu saya menggunakan 30 cc POC NASA + 10 cc Hormonik. Setelah tanam an umur 1 bulan 1 minggu memiliki ketinggian 120 cm, sedangkan dulu hanya 90 cm. Panjang daun yang menggunakan produk PT. NASA memiliki panjang 16 cm, sedangkan yang tidak menggunakan NASA hanya 9 cm. Hal ini menunjukkan perbedaan yang amat mencolok. Dengan produk pertanian NASA menjadi cukup efektif dan memberikan hasil yang baik.


Iqbal
Desa Batukede, Kec. Alakbarat, Kab. Enrekang – Sulawesi Selatan


Sudah sering Bp. Iqbal menanam tanaman dengan pola tanaman tumpang sari kubis dan bawang daun. Sejauh itu dirinya belum merasakan hasil sesuai harapannya, dikarenakan tanamannya tumbuh kurang baik, kerdil, mudah layu dan yang lebih gawat lagi seringnya kena serangah hama dan penyakit. Namun setelah dirinya mencoba menggunakan beberapa produk pertanian PT. NASA seperti SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK, AERO 810, GLIO, BVR, Virexi dan PESTONA kendala yang selama ini dirasakan mengganggunya sudah mulai dapat teratasi.

“Saya menggunakan SUPERNASA untuk awal olah lahan, POC NASA dan HORMONIK untuk penyemprotan
ditambah sebagai perekat AERO 810,” Ujarnya mengawali perbincangan dengan Team NASA.

“’Untuk penanggulangan hama dan penyakit saya menggunakan GLIO, BVR, Virexi dan PESTONA,” Lanjutnya menjelaskan. Dirinya mengakui bahwa setelah menggunakan produk pertanian PT. NASA perkembangan tanamannya semakin bagus. Ia juga menjelaskan bahwa sebelum dulu pertumbuhan tanamannya itu kerdil dan layu, namun setelah menggunakan produk pertanian PT. NASA sekarang tidak lagi bahkan menurutnya 50% pertumbuhan tanaman lebih bagus daripada musim yang lalu.

Berbicara tentang hama dan penyakit, Bp. Iqbal mengakui bahwa pada musim-musim yang lalu tanamannya sering diserang hama dan penyakit. “Padahal dulu saya sudah menggunakan pestisida kimia namun hama dan penyakit kembali menyerang tanaman,”Akunya, lalu ia menambahkan,”Sekarang setelah menggunakan GLIO, BVR, Virexi dan PESTONA hama dan penyakit hampir tidak ada, hal ini saya rasakan ada kemajuan juga sekitar 50%”. Ketika diitanya mengenai luas lahan, dirinya menjelaskan bahwa luas lahan yang ditanami untuk tanaman tumpang sari adalah seluas 1500 m2, dengan jumlah 3000 pohon. Selain menjelaskan produk pertanian PT. NASA, ia menerangkan juga pupuk makro yang dia berikan pada tanaman.

“Dulu saya menghabiskan pupuk makro seperti Urea, TSP, dan Kcl sebanyak 80 kg, namun setelah menggunakan produk pertanian PT. NASA saya cuma menghabiskan 45 kg saja, berarti ada penghematan pupuk makro” Ucapnya senang.

Lebih gamblang mengenai penggunaan produk, ia menerangkan bahwa penyemprotan POC NASA, HORMONIK dan AERO-810 ia lakukan ketika tanaman sudah memasuki hari ke-5. Mengenai dosis yang ia berikan, dirinya mengatakan mengikuti petunjuk sesuai dengan label.

Demikian pula halnya dengan perlakuan yang ia terapkan pada produk pestisida organik/agens hayati dari PT. NASA. Untuk pestisida organik /agens hayati penyemprotan ia lakukan yakni dengan cara silang bergantian dilakukan 10 hari sekali. “Lebih hemat 50% dan ramah lingkungan, itulah kesan saya rasakan setelah saya menggunakan produk pertanian PT. NASA,” Ungkapnya dengan senang.

“Sewaktu saya menggunakan pestisida kimia, biasanya saya bisa menghabiskan Rp. 300.000,- namun setelah menggunakan pestisida organik/agens hayati dari PT. NASA diantaranya 2 bungkus BVR, 1 bungkus GLIO, 1 bungkus Virexi dan 1 botol PESTONA saya hanya menghabiskan tidak kurang dari Rp. 100.000 saja, berarti ada penghematan Rp. 200.000,-ini dari pengendalian hama dan penyakit,” Ujar dirinya seraya membandingkan pestisida yang kimia dan organik.

Setelah menggunakan produk pestisida organik/ agens hayati dari PT. NASA, sesuai penjelasannya juga, serangan hama dan penyakit sudah berkurang dan berangsur-angsur hilang, padahal musim lalu, menurutnya, yang paling sulit adalah hama ulat gantung, namun setelah menggunakan beberapa produk dari PT. NASA tersebut baik produk pupuk maupun pestisida organiknya kini tidak jadi masalah lagi.

Pada bagian akhir wawancara dengan Team Liputan NASA, Bp. Iqbal berpesan agar para petani yang menanam tanaman tumpang sari supaya menggunakan produk pertanian dari PT. NASA, karena dirinya
merasakan sendiri akan manfaatnya.

Rahmat
Desa Matareung Kec. Anggareja, Kab. Enrekang-Sulawesi Selatan


Bapak Rahmat salah seorang petani bawang merah asal Anggareja-Enrekang, sering mengeluh ketika tanamannya tidak tumbuh dengan baik, apalagi jika terserang hama dan penyakit. Selama beberapa musim hal itu dirasakannya terus menerus, hingga pada suatu ketika ia mencoba untuk menggunakan produk pertanian PT. NASA. Akhirnya sedikit demi sedikit permasalahan yang selalu menghinggapinya pada setiap musim kini perlahan-lahan mulasi dapat diatasi. Walau belum 100% dikatakan berhasil, namun dirinya mengakui adanya pengaruh yang lebih baik dari tanaman bawang merah pada musim lalu. “Perlakuan yang saya lakukan sebelum tanam atau olah lahan awal adalah menggunakan SUPERNASA, selanjutnya menyebarkan dulu GLIO ke lahan, baru saya tanam bawang merah” Ujar Bapak Rahmat. Selanjutnya ia menjelaskan,”Setelah tanaman agak besar baru disemprot dengan menggunakan POC NASA dan Hormonik sesuai dengan anjuran di label”. Dirinya mengungkapkan pula bahwa usia tanaman bawang merahnya sampai dengan sekarang memasuki hari ke- 25. Menurutnya, perkembangan bawang merah yang menggunakan produk pertanian NASA jauh lebih bagus dari pada yang tanamannya musim yang dulu ketika ia belum menggunakan produk pertanian PT. NASA. Selain itu, menurut keterangannya,sampai dengan saat ini serangan hama belum begitu mebahayakan, paling yang ada hama ulat dan wereng yang sementara ini masih bisa ditanggulangi dengan Virexi dan BVR.

“Saya sudah menggunakan Virexi 2 bungkus, GLIO 2 bungkus dan BVR 1 bungkus,” Sergahnya. Dalam keterangannya ia juga mengungkapkan, “Dengan menggunakan produk pertanian PT. NASA saya dapat menghemat hampir 75%. Selain itu pertumbuhan bawang merah sekarang lebih baik dari musim yang dulu dengan jenis tanaman yang sama”. Selama dalam pengamatannya, menurutnya, perkembangan dan pertumbuhan bawang merah semakin bagus, batang tanaman semakin besar dan kuat, ujung daun-pun sudah tidak mudah terbakar lagi seperti pada musim-musim yang lalu. Dengan pertumbuhan yang lebih baik daripada musim yang lalu, dirinya optimis dan berharap hasil panen nanti juga meningkat dan lebih banyak. “Setelah saya menggunakan produk pertanian NASA, selain tanaman bawang merah pertumbuhannya lebih baik, kondisi lahan-pun semakin baik dan ramah lingkungan,” Ungkapnya mengakhiri wawancaranya dengan Team Liputan NASA.

Engkun
Desa Jaya Ratu Kec. Sariwangi, Kab. Tasikmalaya – Jawa Barat


Menanam cabai sudah saya lakukan dari dulu namun pertumbuhan cabai selama itu masih kurang bagus. Sekarang pada musim ini saya menggunakan produk NASA diantaranya POC NASA, Hormonik, AERO dan PESTONA. Saya sudah melakukan tiga kali penyemprotan pada usia cabai menginjak 19 hari ini. Penyemprotan saya lakukan sesuai dengan dosis yang dianjurkan. Dengan perlakuan seperti itu pertumbuhan tanaman cabai sangat bagus, beda dengan yang dulu ketika saya belum menggunakan produk NASA ini. Pertumbuhan tanaman yang sangat bagus seperti ini biasanya dicapai pada usia diatas 22 hari. Keuntungan lain dengan menggunakan produk NASA ini, saya dapat menghemat penggunaan pupuk kandang dan NPK. Produk pertanian NASA memang sangat luar biasa.


Dewo
Desa Wonosari Kec. Tabanan Kab. Tabanan – Bali


Awal mula beternak ayam sejak tahun 1991 sampai dengan sekarang. Saat ini saya melakukan ujicoba pada ayam pedaging sejumlah 500 ekor dari 2000 ekor yang saya pelihara dengan menggunakan Viterna dan Hormonik. Produk itu saya berikan pada saat ayam berumur 12 hari dengan dosis 1 botol Viterna dicampur 10 cc Hormonik lalu larutan itu diambil 1 cc/ liter air yang diberikan pada ayam siang dan sore hari.

Pada umur 31 hari, dikarenakan mendekati hari raya di Bali, maka saya memanennya, saat itu berat timbangan ayam rata-rata 1,75 kg. Secara perhitungan memang hasilnya agak lumayan bagus, daripada dulu sebelum menggunakan produk Viterna dan Hormonik. Setelah panen, saya mulai mencoba lagi dari awal (mulai DOC) dengan menggunakan produk dari NASA tersebut. Ayam berjumlah 2100 ekor. Perkembangannya bagus, ayamnya sehat-sehat dan tingkat serangan penyakit serta kematian dapat ditekan. Dulu seumur ayam ini tingkat kematian mencapai sekitar 60 – 70 ekor, sekarang hanya berkisar 20 ekor saja. Setelah mengunakan produk NASA, kematian ayam dapat ditekan.

Tukiman
Jember – Jawa Timur


Guna memupuk tanaman jeruk, saya telah menggunakan beberapa produk pertanian PT. NASA diantaranya adalah SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK dan GLIO,” Kata Bapak Tukiman mengawali wawancaranya dengan Team Liputan NASA.

Ia mengatakan bahwa saat ini tanaman jeruknya baru menginjak umur 13 bulan. Selain itu dirinya juga menjelaskan bahwa dosis pemberian pupuk makro pada tanaman yang ia lakukan setiap pohonnya adalah : Urea sebanyak 300 gr, SP-36 sebanyak 150 gr, dan POP SUPERNASA sebanyak 10 gr atau dosis Urea 15 kg, TSP 7,5 kg, dan POP SUPERNASA 1 botol yang saya larutkan ke dalam 100 liter air, kemudian air larutan tersebut saya disiramkan ke setiap pohon jeruk dengan takaran 2 liter. “Perhitungan dosis tersebut diatas saya lakukan untuk setiap 50 pohon jeruk,” Tandasnya.

Pemupukan pada tanaman jeruk menginjak umur 13 bulan ini, dirinya sudah menghabiskan 6 botol POP SUPERNASA. “Saya sudah melakukan 2 kali penyiramam dengan POP SUPERNASA. Untuk perlakuan penyemprotan POC NASA dan HORMONIK saya lakukan 1 kali dalam sebulan, untuk takarannya saya sesuaikan dosis anjuran”, Ujarnya menambahkan.

Selain itu dirinya selalu mengamati setelah tanaman jeruknya menggunakan POP SUPERNASA, POC NASA dan HORMONIK, pertumbuhan tunasnya amat bagus dan cepat, daun jeruk tambah lebar, warna daun mengkilat, pertumbuhan tanaman juga lebih cepat dari yang seumurnya. Hal ini amat berbeda dengan tanaman jeruk yang tidak menggunakan produk pertanian PT. NASA, pertumbuhan tanamannya lambat (kerdil).

“Pada usia 13 bulan ini, tanaman jeruk yang menggunakan produk pertanian PT. NASA tanaman tumbuh dengan bagus, sudah berbuah cukup besar dan banyak pula, kondisi semacam ini biasanya dicapai tanaman jeruk pada usia 2 tahun, namun sekali lagi dengan produk pertanian PT. NASA hanya 13 bulan saja,” Tandasnya dengan mantap.

Dirinya juga mengakui bahwa produk pertanian PT. NASA yang merupakan hasil karya anak bangsa ini sangat bagus. “Kalau produk dari dalam negeri saja sudah bagus, kita tidak usah repot-repot import produk pupuk dari luar negeri,” Ungkapnya mengakhiri wawancaranya dengan Team Liputan NASA.

Jalaludin Suyudi (Ketua Kelompok Tani Bumi Indah)
Desa Seboroh Kec. Krejengan, Kabupaten Probolinggo – Jawa Timur

Pengenal produk NASA dari Sdr. Syaiful (Distributor asal Probolinggo). Produk ini sya gunakan untuk mencoba dulu bagaimana nanti hasilnya, karena jika ada produk baru yang muncul maka produk itu akan saya ujicobakan dulu di lahan saya sebagai ketua kelompok taninya. Lahan saya ini seluas 5000 m2, produk yang telah saya gunakan adalah 4 botol POC NASA dan 2 botol HORMONIK. Umur padi saat ini 55 hari, jenis padi yang saya tanam memberamo.

Cara perlakuannya, penyemprotan pertama saat padi umur 15 hari setelah tanam dengan dosis 80 cc POC NASA /tangki (14 liter air), penyemprotan ke-2 ketika umur 30 hari dengan dosis 80 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK /tangki dan umur 45 hari dengan perlakuan penyemprotan yang sama. Selain itu saya juga menggunakan pupuk makro pada umur 1 minggu dengan 80 kg NPK, umur 21 hari hanya dengan urea sebanyak 1 kwintal, umur 45 hari dengan urea hanya 65 kg. Dengan perlakuan itu, anakan padi bertambah banyak, dulu hanya 25 anakan sekarang mencapai 40 – 50 anakan artinya bisa dua kali lipat. Pertumbuhan sangat bagus, tanaman lebih hijau. Perbandingan dengan yang tidak menggunakan produk NASA berbeda, tanaman yang menggunakan produk NASA lebih bagus.Meskipun lahan ini belum panen, dengan luas 5000 m2 ini saya prediksikan menghasilkan sekitar 6 ton , karena biasanya hanya 3 ton saja. Saya berkesan sekali setelah menggunakan produk dari NASA ini, karena dengan produk ini prediksi panen lebih meningkat.

H. Basyid
Jember – Jawa Timur



Saat ini usia tanaman cabai besar milik saya menginjak usia 56 hari. Untuk penggunaan produk pertanian dari PT. NASA seperti GLIO, POC NASA, HORMONIK dan PESTONA, saya mengggunakannya ketika usia tanaman mencapai 7 hari. Penggunaan POC NASA dan HORMONIK saya lakukan setiap 5 hari sekali dengan cara disemprotkan.

Dosis yang saya gunakan yakni POC NASA 40 cc ditambah 10 cc HORMONIK dilarutkan ke dalam 1 tangki air ukuran 14 liter. Selain itu untuk mengantisipasi dari berbagai serangan hama, saya menggunakan PESTONA dengan waktu penyemprotan juga seminggu sekali. Alhamdulillah sampai dengan sekarang tanaman saya mengalami pertumbuhan yang sangat luar biasa bagusnya. Pada umur 56 hari ini saja ketinggian tanaman mencapai + 130 – 150 cm, tanpa terlihat adanya serangan hama, padahal dulu sebelum menggunakan produk-produk PT. NASA ini, pertumbuhan tanaman kurang bagus dan gampang sekali kena serangan hama dan penyakit. Produk pertanian PT. NASA telah memberikan solusi terbaik bagi tanaman cabai yang saya tanam ini.


Wayan Kasi

Desa Lambunu, Kec. Mautong,
Kab. Parigi Mautong – Sulawesi Tengah


Luas lahan yang saya tanami panili adalah 3 hektar. Umur tanaman sekarang ini mencapai 2 tahun. Hampir 2 bulan ini saya telah menggunakan produk-produk pertanian NASA diantaranya POC NASA, HORMONIK dan AERO 810. Saya tertarik pada produknya karena informasi yang saya dapatkan bahwa produk NASA ini sangat baik untuk mempercepat pertumbuhan tanaman termasuk tanaman panili, oleh sebab itu saya mencoba dan tertarik untuk menggunakan beberapa produk ini. Cara penggunaan beberapa produk tersebut yakni dosis 40 cc POC NASA + 10 cc HORMONIK + 10 cc AERO 810. Semua campuran produk tersebut dilarutkan ke dalam 1 tangki air (14 liter), kemudian saya lakukan penyemprotan dengan interval penyemprotan 2 bulan sekali.

Tanaman panili ini murni hanya menggunakan produk NASA tanpa menggunakan pupukpupuk lainnya dalam jangka waktu 2 bulan ini dan untuk kedepannya. Tujuannya untuk melihat bagus tidaknya produk dari NASA ini. Ternyata setelah saya menggunakan produk NASA, pertumbuhan tanaman panili lebih cepat dibandingkan sebelumnya. Dahulu tanaman sering hampir mati atau layu, selain itu juga daunnya kuning semua, tetapi sekarang setelah menggunakan produk dari NASA semuanya sehat, malah sudah ada yang berbunga dan berbuah pula.

Setelah menggunakan produk pertanian NASA sesudah 2 bulan ini, tanaman panili mengalami banyak sekali perubahan diantaranya adalah bunga lebih cepat tumbuh, buah dan bunga mengkilap, panjang buah rata-rata mencapai10 cm dan batang tanaman lebih besar. Dengan menggunakan produk pertanian NASA tanaman kembali sehat dan produktif.

Gunawan
Desa Bangunsari, Kec. Songgon, Kab. Banyuwangi
Jawa Timur



Telah bertahun-tahun Bapak Gunawan melakukan usaha pembibitan tanaman panili, dalam kurun waktu itu pula masih banyak kendala yang ia rasakan, diantaranya adalah akan lambatnya pertumbuhan bibit panili yang seharusnya lebih cepat dirinya tanam di media lahan yang ia siapkan. Namun permasalahan itu akhirnya dapat terpecahkan dengan hadirnya produk pertanian PT. NASA yakni POC NASA dan HORMONIK. Berikut ini adalah penuturan dari Bapak Gunawan beberapa waktu yang lalu ketika ditemui oleh Team NASA.

Sudah lama saya melakukan usaha pembibitan tanaman panili, selama itu pula pertumbuhan bibit tanaman belum maksimal atau dengan kata lain saya mengatakan bibit panili tumbuh dengan lambat

Pada akhirnya ada informasi yang masuk dari beberapa teman mengenai produk-produk pertanian dari PT. NASA yang katanya amat bagus untuk digunakan pada pembibitan panili. Kemudian saya mencoba menggunakan produk pertanian PT. NASA diantaranya POC NASA dan HORMONIK.

Setelah saya menggunakan POC NASA dan HORMONIK ternyata membawa dampak perubahan pada bibit panili. Hal ini bisa saya buktikan pada saat saya membuat bedengan, dulu yang tidak menggunakan produk pertanian PT. NASA bibit tanaman panili baru mulai tumbuh dalam kurun waktu + 1 bulan, tetapi setelah saya menggunakan produk pertanian PT. NASA dengan merendam bibit (biji) panili pada campuran 30 cc POC NASA dan 10 cc HORMONIK yang dilarutkan kedalam air 14 liter selama 1 hari 1 malam, kemudian saya masukkan ke polybag. Pada hari ke-15, bibit panili sudah tumbuh dengan tinggi mencapai 2 sampai 3 cm.

Yang perlu saya garisbawahi bahwa sebelum saya menggunakan produk pertanian dari PT. NASA ini, biasanya untuk siap tanam bibit ke lahan memerlukan waktu hingga 3 bulan, tetapi setelah saya menggunakan POC NASA dan HORMONIK, hanya membutuhkan waktu 2 bulan saja, itu saja bibit tanaman sudah tinggi. Dengan demikian ada keuntungan selisih waktu 1 bulan. Produk pertanian NASA memang paling OKE ….!!!



Turasman
Desa Wonoroto, Kec. Ngombol, Kab. Purworejo – Jawa Tengah



Bapak Syukur, salah seorang petani dari Desa Wonoroto – Purworejo telah beberapa kali musim mencoba menanam semangka, selama itu pula ia menginginkan hasil yang memadai, tetapi dalam kurun waktu tersebut, ia belum mendapatkan hasil seperti apa yang diharapkannya. Namun setelah mencoba menggunakan beberapa produk pertanian dari PT. NASA seperti SUPERNASA, POC NASA, HORMONIK dan PESTONA hasil yang diinginkan itu kini sudah mulai terwujud dengan semestinya.

“Lahan tanaman semangka ini seluas satu hektar dengan jumlah tanaman 4500 batang, pada saat sekarang tanaman sudah berumur 50 hari yang nanti akan dipanen seminggu lagi”, kata Pak Syukur. Lebih lanjut ia menjelaskan,”Dahulu pertumbuhan tanaman semangka kurang begitu bagus , selain itu mudah terkena hama dan penyakit”,Tambahnya,”Tetapi setelah menggunakan beberapa produk PT. NASA diantaranya SUPERNASA, POC NASA, Hormonik dan PESTONA, tanaman tumbuh dengan baik dan hijau segar, serta hama dan penyakit tidak ada sama sekali”. Dirinya menjelaskan bahwa penggunaan beberapa produk tersebut yakni 1 botol SUPERNASAdigunakan untuk luas satu hektar pada pengocoran tahap awal, sedangkan perlakuan produk lainnya seperti POC NASA dosis 20 cc : Hormonik dosis 10 cc : PESTONA dosis 20 cc dilarutkan kedalam 14 liter air selanjutnya disemprotkan ke tanaman dengan interval penyemprotan 4 hari sekali.

Sampai dengan hampir masa panen ini ia sudah menghabiskan 1 botol SUPERNASA, 8 botol POC NASA, 4 botol Hormonik dan 4 botol PESTONA. Hasil penggunaan produk-produk tersebut sangat membanggakan, ini terlihat dari bentuk buah semangka lebih besar dan bobotnya lebih berat. Ketika salah satu buah semangka ada yang dibelah dijadikan contoh, terlihat bagian dalam buahnya amat merah dan ketika dicoba dimakan rasanya sangat manis. Hal ini berbeda ketika ia belum menggunakan produk PT. NASA. Dirinya membandingkan sebelum menggunakan produk PT. NASA, dimana tanaman semangkanya memiliki daun yang kering dan sering kena serangan hama penyakit, buahnya tidak begitu banyak dan bobotnya tidak seberat semangka yang menggunakan produk PT. NASA.

“Berat semangka yang menggunakan produk PT. NASA ini perbuahnya ada yang mencapai 17 Kg, namun secara umum rata-rata 10 Kg. Sedangkan dulu paling berat hanya berbobot 5 Kg saja” Tegasnya.

Ketika disinggung oleh Media Natural pada akhir wawancara, bagaimana tanggapan dirinya terhadap produk PT. NASA dan setelah melihat perkembangan tanamannya tersebut, ia menyatakan bahwa dirinya amat bangga dengan produk PT. NASA, karena sudah jelas di pelupuk matanya hasil panen akan meningkat 70% hingga 80%. Dengan penggunaan produk PT. NASA pula, menurutnya, biaya yang dikeluarkan tidak sebesar biaya pada musim-musim yang lalu, sebagai contoh pada musim lalu ia menggunakan pupuk makro menghabiskan 9 kwintal, tetapi setelah menggunakan SUPERNASAbisa ditekan hanya menjadi 4,5 kwintal saja, belum termasuk harus menggunakan pestisida lainnya untuk membasmi hama dan penyakit yang menyerang semangka seperti hama ulat dan daun semangka yang keriting yang tak kunjung sirna, tapi setelah menggunakan beberapa produk pertanian NASA tersebut hama dan penyakit tanamanpun bisa teratasi.

M. Husni
Desa Tanjung Sari, Kec. Krenjengan,
Kab. Probolinggo – Jawa Timur


Adalah M. Husni seorang petani PHT (Pengamat Hama Tanaman) di Kecamatan Krenjengan. Dirinya tertarik dengan produk pertanian NASA, karena ia melihat banyak kesaksian-kesaksian produk pertanian dimana banyak petani yang telah berhasil menggunakan produk NASA. Team Liputan NASA tatkala berkunjung ke Probolinggo sempat bertemu dengan Bapak M. Husni untuk mewawancarainya.

Ketika wawancara dengan Team NASA dirinya dulu sangat penasaran dengan produk pertanian NASA itu, sehingga akhirnya ia tertarik untuk mencoba menggunakan produk POC NASA dan Hormonik. Luas lahan yang diujicobakan 0,4 hektar dimana ia tanami padi dengan jenis Memberamo keturunan ke-3 (F3)/varietas lokal. Mengapa ia mencoba dengan varietas lokal, karena dirinya ingin menguji kemampuan produk pertanian NASA. Hal ini memang disengaja tidak menggunakan varietas unggul. Namun begitu, meskipun dengan menggunakan varietas lokal ternyata hasilnya amat berbeda dengan lahan yang tidak menggunakan produk NASA.

Petani PHT ini juga menjelaskan penggunaan pupuk makro yang telah diberikan pada tanaman padinya yakni urea sebanyak 150 kg, dan NPK sebanyak 40 kg. Sedangkan untuk produk NASA, ia telah menghabiskan 2 botol POC NASA dan 2 botol Hormonik. “Aplikasi penggunaan produk sudah 4 kali dengan penyemprotan pada usia tanaman 15 hari, 30 hari, 45 hari dan 60 hari,” Ungkapnya gamblang. Selanjutnya dijelaskannya juga dosis yang gunakan ketika padi berumur 15 hari, dimana ia menggunakan POC NASA saja dosis 40 cc dilarutkan kedalam air 1 tangki (14 liter), lalu ia lakukan juga pada umur 30 hari, 45 hari dan 60 hari dimana perlakuannya POC NASA sebanyak 40 cc ditambah Hormonik sebanyak 10 cc yang dilarutkan dalam 1 tangki air (14 liter).

“Dengan perlakuan itu sangat berbeda dengan tanaman padi yang tidak menggunakan produk NASA, saya memprediksikan hasil panen nanti minimal sebanyak 4 ton, padahal yang dulu-dulu biasanya rata-rata hanya 2 ton 4 kwintal saja,”Ujarnya dengan nada bangga. Kemudian ia menambahkan,”Tanaman padi sampai usia 60 hari ini, daunnya selalu hijau hampir tidak pernah kuning, padahal biasanya dengan jarak interval 15 – 20 hari setelah pemupukan biasanya tanaman padi menguning dan kemerahan”. Lebih lanjut dirinya juga menerangkan keunggulan setelah menggunakan produk pertanian NASA yakni anakan padi varietas memberamo yang biasanya lebih sedikit dibandingkan IR- 64, jenis lokal ini biasanya jumlah anakan berkisar 20 – 22 anakan, tetapi setelah menggunakan produk pertanian NASA bisa mencapai 35 anakan, bahkan ada yang 50 anakan.

Sebagai petani PHT saya akan berupaya menginformasikan kepada petani manfaat dan keunggulan produk NASA untuk meningkatkan hasil produksinya, karena petani sekarang terus merugi dikarenakan harga padi hasil panen selalu jatuh, dengan hasil produksi yang meningkat tentu akan tertolong,” Pesannya sambil mengakhiri wawancaranya dengan Team NASA.

Kadiman & Marjani
Desa Banaran Pondok Sulih,
Kec. Tawangmangu, Kab. Karanganyar – Jawa Tengah



Kami menanam bawang merah dengan jenis bawang merah baru yang sekarang sudah berumur 120 hari. Luas lahan yang kami tanami 700 m2. Produk NASA yang kami gunakan adalah Hormonik dan POC NASA. Penggunaan produk itu pertama kali kami lakukan ketika tanaman berumur 35 hari. Cara penggunaannya adalah setiap tangki ukuran 17 liter kami berikan dosis 40 cc POC NASA dan 10 cc Hormonik yang disemprot merata seminggu sekali. Dengan luas 700 m2 ini, Tanaman bawang merah telah menggunakan bibit 50 kg. Sedangkan pemberian pupuk makro (NP K) untuk pemupukan, kami telah melakukan pemupukan 3 kali. Pemupukan pertama (dasar) 40 kg,pemupukan ke-2 pada umur 35 hari sebanyak 40 kg dan pemupukan ke-3 menginjak umur 50 – 60 hari sebanyak 40 kg. Jadi kalau ditotal telah menghabiskan 120 kg.

Pada tahun 1997 -1998 yang lalu, tanah-tanah pertanian didaerah ini masih terjaga kesuburannya, namun beberapa tahun terakhir ini, tanah semakin berkurang kesuburannya dengan ditandai hasil panen yang kurang memadai serta semakin banyaknya hama dan penyakit yang menyerang.

Sekitar tahun 1998, lahan dengan luas 700 m2 ini hasil panen bawang merah bisa mencapai 1750 kg (1,7 ton), namun sekarang hasilnya tidak seperti dulu lagi, bahkan dari waktu ke waktu hasil panen melorot terus. Kami rasakan hasil panen kurang memadai, bahkan tanaman kami ini pernah tidak panen, tetapi setelah menggunakan produk NASA perlahan tapi pasti, kami amati pertumbuhan bawang bagus dan sehat, optimis hasil akan dicapai seperti pada kejayaan tahun 97- 98 lalu.

Keuntungan menggunakan produk NASA diantaranya tanaman sehat, batang kuat, daun hijau segar, umbinya-pun mantap. Adapun lahan tetangga banyak diserang ulat dan terserang penyakit. Dengan menggunakan produk NASA, harapan saya muncul lagi, hasil panen kembali meningkat seperti dulu lagi.







About these ads

Responses

  1. Saya Hoby Agrobisnis meskipun sekala kecil, dan saat ini saya menanam cabe merah kriting terserang virus layu dan semakin meningkat, mohon infonya cara penanganan yang baik dengan pestisida apa kimia atau hayati dari (produk Nassa)

  2. Saya Hoby Agrobisnis meskipun sekala kecil, dan saat ini saya menanam cabe merah kriting menemui kendala yakni terserang virus layu dan semakin meningkat, mohon infonya cara penanganan yang baik dengan pestisida apa kimia atau hayati dari (produk Nassa) mohon penjelasan dikirimkan ke email saya jemangat@mercubuana.ac.id Wasalam


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: